Kamis, 28 Juli 2011

Kumpulan Puisi

Ini adalah seklumit expresiku....

Gambar orang berjas bagus di TV

Seseatu yang paling memuakkanku aku saksikan
Yaitu gambar orang berjas bagus yang tampak di TV
Orang yang seujung kaki mereka tampakkan menyuruh agar rakyat mendukungnya
‘Jujur,adil dan sejahtera’ begitu semboyannya
Buru-buru aku kekamar mandi mencegah muntah
Sesak nafasku menahan geli yang tak lagi tertahankan
Bertahun-tahun berbelas mungkin berpuluh ucapan
Sebagai sesatu yang kami tahu omong kosong tetapi masih kami coba tahankan
Antara kealiman dan kelaliman sudah sukar dibedakan
Hanya lembaran kertas merah yang mungkin bisa membuatnya bertahan
Wajah-wajah tua kampung itu kulihat berseru bersemangat “jujur,adil,pokok’e manteb lah”
Wajah-wajah yang aku tahu tak tahu apa-apa
Seluruh negeri tahu tayangan itu riya dan dusta
Bagi kami yang miskin,adegan itu makin memedihkan mata
Namun tiada daya yang dilakukannya
Hanya kikik geli menahan tawa

Ini yang ada di pikiranku di kelas matematika...

Tentang phytagoras

Sayup kudengar hembusan angin menyapaku
Diselingi oleh udara panas dan menyesakkan
Diam sejenak,,merasakan belaian sepoi angin yang mengajakku bercanda

Telinga ini normal,namun terlalu malas untuk mendengar kenyataan
Oi,nyamanya perasaan ini,
Kau melayang dihembus angin,
Seolah kau adalah sehelai kapas yang tiada berguna,
Dan tak ada lagi yang kau pikirkan

Beban dan masalah terbang bersama rumus-rumus phytagoras
Dan kau pun berseru “selamat tinggal persamaan linear,sampai jumpa lagi”

Sampai akhirnya,semua mimpi itu dirusak oleh suara yang merusak telinga,”sampai mana kau meronda semalam?”

Mencoba nge-mix antara matematika dengan isi hatiku waktu itu...

Persamaan Linear

Dia memberitahuku tentang aljabar
“x dan y tidak bisa,mereka tidak sejenis”

Tahukah kau?
Aku berani bertaruh tentang sesuatu
Coba kau ambil mistar dan ukur hatiku
Adakah ruang lain yang tersisa?

Sinar x-ray pun tak bisa melihatnya
Hanya karena teknologi,kau meragukannya
Dan tentang aljabar itu aku selalu mengingatnya
“x dan y tidak bisa disatukan,mereka tidak sejenis”

Yah,yah,yah akhirnya aku menyerah
Karena takdir variabel itu aku mengerti
Kita memang tidak sejenis,dan selamannya tidak bisa menjadi persamaan linear

hahaha... ini expresiku.... karena seni itu, BEBAS... right??

0 komentar:

Poskan Komentar